9 Amalan Ini Bisa Membuka Rekening Pahala Sepanjang Masa

Hidup ini singkat, tidak selamanya. Pada waktunya, atas kehendak-Nya, kita akan kembali ke Sang Pencipta jua. Segala amal dan dosa kita selama hidup di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawaban.

Karenanya, hakekat hidup adalah untuk beribadah, menebar kebaikan-kebaikan, mencegah kemungkaran dan kedzaliman. Dengan istiqamah pada ‘rel’ ini, Insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

Hari ini tak sengaja saya membaca pesan yang telah dibagikan puluhan kali di group WA. Isinya adalah adalah 9 amalan yang bisa menjadi pembuka rekening pahala abadi yang Insya Allah akan terus mengalir dalam kehidupan kita, di dunia hingga di akhirat kelak.

Apa saja itu?

Yang pertama, belilah sarung atau mukena. Lalu sedekahkanlah di masjid yang ramai di sekitar kota Anda yang Anda tahu. Maka setiap kali orang memakai sarung atau mukena yang Anda sedekahkan ini, maka pahala orang yang sholat ini pun juga akan mengalir kepada Anda selama sarung dan mukena ini dipakai.

BACA:  Inilah 3 Syarat Utama Seorang Caleg Agar Layak Dipilih Rakyat

Yang kedua, berikanlah sumbangan kepada masjid yang sedang direnovasi atau dibangun. Nggak perlu harus besar, kecil pun tak masalah yang penting Anda menjadi bagian darinya. Bisa nyumbang biaya per meternya, atau beliin 1 kardus keramiknya, 1 sak semennya bahkan 1 keran pun tak jadi soal. Maka selama masjid ini berdiri dan dipakai untuk sholat, pahala pun akan terus mengalir untuk Anda.

Yang ketiga, belilah Al Quran. Lalu letakkan di masjid-masjid atau di rumah-rumah tahfidz. Hadiahkan Qur’an ini. Maka selama Qur’an ini terus dibaca, berharaplah setiap hurufnya akan menjadi pahala bagi Anda juga.

Yang keempat bersedekahlah kepada sekolah atau madrasah yang mengajarkan Qur’an. Salah satu alasan kenapa saya mendirikan sebuah TPA dan TK adalah karena di dalamnya Qur’an diajarkan. Dan setiap kali Qur’an dihapalkan oleh anak-anak, hingga nanti dia dewasa menggunakannya dalam sholatnya, insyaallah, saya pun akan mendapatkan pahalanya.
Karena terhitung sebagai pembuka jalan kebaikan.

BACA:  Blogger Sebagai Profesi Sampingan Guru; Mungkinkah?

Yang kelima, tanggunglah kehidupan seorang yatim. Jika Anda berani dan mampu maka tanggunglah kehidupan seorang yatim. Ini seperti membeli nyawa kedua. Mungkin kita akan lebih dulu tua dan meninggal. Maka saat itu terjadi, sementara anak yatim yang pernah kita asuh masih tumbuh. Seluruh amal kebaikannya pun akan menjadi wasilah bagi bertambahnya hitungan amal kita pula. Kalau belum punya cukup kemampuan, minimal bayarin SPP bulanannya di sekolah.

Yang keenam, tanggunglah makan seorang guru atau ustadz. Seorang guru yang mengajar setiap hari dengan ikhlas, mengajarkan kebaikan ke banyak anak sepanjang hidupnya. Jika kita ikut berbakti menanggung kehidupannya, maka kita pun akan memiliki rekening amal seperti yang guru tersebut punya. Karena kita adalah yang ikut membantu beliau untu terus mampu memperpanjang nafas dakwahnya.

Yang ketujuh, tanamlah sebuah pohon. Menanam pohon akan sangat bermanfaat. Apalagi jika pohon ini mampu hidup ratusan tahun. Selain membantu menyediakan oksigen, barang siapa yang berteduh di bawahnya pun akan terhitung menjadi catatan amal kebaikan kita. ini seperti memiliki pohon amal yang tiap saat bisa dipetik tanpa mengenal musiman.

BACA:  Pada Akhirnya Semua Akan Berakhir Sama

Yang kedelapan belilah kursi roda. Lalu sedekahkanlah ke klinik atau rumah sakit atau panti jompo. Maka setiap kali kursi roda ini termanfaatkan. Bisa Anda bisa bayangkan amalanamalan baik ini pun akan terus mengalir untuk Anda.

Yang kesembilan, yang paling murah diantara semuanya. Sebarkanlah ini jika Anda merasa bahwa ini bermanfaat. Maka apapun perbuatan baik yang akan lahir setelah orang membaca artikel ini, semoga itu pun menjadi catatan amal kebaikan Anda. Dengan membagikannya, Anda sudah menjadi pembuka jalan kebaikan dan menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain.

#copas