AsriTadda.com
 

Haji Isam yang Saya Kenal

CUKUP lama saya tidak menulis di blog ini setelah postingan terakhir berjudul “Sedang Menghabiskan Jatah Kalah” pada 4 November 2025 lalu. Nah, sebagai postingan perdana di tahun 2026 ini, saya mau menulis sesuatu yang ringan-ringan saja dulu.

Asri Tadda dan Haji Isam

Saya mau menceritakan tentang sosok Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad, pria berbaju kaos oblong biru pada foto di atas.

Nama pendiri Jhonlin Group ini semakin sering menghiasi pemberitaan media nasional, terutama setelah viralnya film Pesta Babi besutan Dandhy Laksono.

Tak dapat dipungkiri, Haji Isam adalah salah satu pengusaha nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap geliat investasi dan hilirisasi di Indonesia. Pengaruhnya bahkan merambah hingga ke dunia politik.

Haji Isam adalah sosok dengan perjalanan hidup yang inspiratif. Berangkat dari latar belakang sederhana, pernah menjadi sopir pengangkut kayu, lalu membangun kerajaan bisnis yang kini bergerak di berbagai sektor strategis.

Kisah ini berkali-kali diangkat oleh media sebagai contoh bahwa kerja keras dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah nasib seseorang.

Media juga banyak memberitakan kontribusi grup usahanya dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, membangun industri pengolahan, hingga mendukung program hilirisasi yang menjadi agenda pemerintah.

Terlepas dari berbagai dinamika yang tentu menyertai seorang tokoh dan pengusaha besar, pemberitaan mengenai kiprah bisnisnya memang lebih sering bernada positif dan menyoroti skala usahanya yang terus berkembang.

Dari semua berita yang saya baca, kesan saya sederhana. Haji Isam adalah seorang pengusaha yang berhasil membangun bisnis dalam skala besar dan menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam dunia usaha Indonesia.

Yang menginspirasi, karena dia adalah diaspora Bugis asal Sulawesi Selatan!

Nah… sampai di sini mungkin ada yang mengira saya sedang bercerita tentang seseorang yang saya kenal dekat.

Padahal tidak.

Terus terang, saya tidak mengenal Haji Isam secara personal. Saya tidak pernah berdiskusi dengannya, tidak pernah ngopi bersama, apalagi mengaku sebagai orang dekatnya.

Saya hanya sekali berfoto dengan beliau di AAS Building beberapa tahun silam. Itu pun dalam sebuah acara yang dihadiri sejumlah orang. Sebatas itu saja.

Jadi, kalau ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu tentang Haji Isam?” Jawaban saya ya sesuai judul tulisan ini. Haji Isam yang saya kenal adalah Haji Isam yang saya baca di media.

Kalau saya tahu kisah hidupnya, perjalanan bisnisnya, atau berbagai proyek yang dikerjakannya, itu bukan karena saya berada di lingkaran dalam. Bukan pula karena kami sering bertemu.

Meski begitu, saya berharap kisah sukses Haji Isam — yang tentu sangat sedikit saya tuliskan di sini, menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua. (*)