Akun Facebook Dibatasi Karena Dianggap Melanggar Standar Komunitas

Sehari penuh, 26 Juni 2020 kemarin, akun Facebook personal saya dibatasi aksesnya karena dianggap telah melakukan pelanggaran pada standar komunitas yang berlaku di Facebook.

Praktis saya tidak bisa melakukan apa-apa di Facebook selain hanya melihat dan membaca status yang ada, tidak bisa menanggapi, memberi komentar atau bahkan posting status baru.

Padahal, saya merasa tidak melakukan pelanggaran apa-apa sebagaimana dituduhkan. Yang disebut sebagai pelanggaran saya adalah karena posting sebuah tautan berita tentang penggunaan obat Dexamethazone untuk Covid-19 tetapi belum ada uji klinis.

Postingan di Facebook yang Dikatakan Melanggar Standar Komunitas

Standar Komunitas di Facebook mungkin melakukan filter secara otomatis dengan menggunakan keyword tertentu saja, mungkin pada judul tautan atau isi postingan status penggunanya, tidak melihat apa dan bagaimana konten yang dibagikan.

Melakukan banding (appeal) juga sepertinya kurang memungkinkan berhasil karena Facebook sudah infokan bahwa peninjauan manual di tengah pandemi Covid-19 tidak seluruhnya bisa dilakukan karena keterbatasan teknis.

Ya sudahlah. Saya terpaksa harus menunggu 24 jam untuk bisa kembali normal beraktifitas di Facebook. Alhamdulillah hari ini, Sabtu (27/06) saya sudah bisa wara-wiri lagi di Facebook tapi tetap dengan lencana peringatan warna kuning bertuliskan “Peringatan Akun”.

Katanya, lencana kuning ini ada karena sebelumnya saya sudah dinyatakan tidak mengikuti Standar Komunitas Facebook. Jika nanti melanggar lagi, “Anda tidak dapat memposting atau berkomentar selama 3 hari”, begitu tertulis di sana.

Duh!

Ini jadi pelajaran berharga saya dihukum oleh web besutan Mark Zuckerberg itu. Saya menikmatinya saja.