Masjid Al-Aqsa, Arah Kiblat Pertama Umat Islam

5/5 - (2 votes)

Ketika melaksanakan sholat, baik yang sifatnya wajib ataupun sunnah, menghadap ke arah kiblat adalah sebuah keharusan. Bahkan hal ini menjadi salah satu syarat sahnya sholat yang didirikan.

Arah Kiblat

Seperti yang kita ketahui bersama, sejak ribuan tahun yang lalu, kiblat umat islam adalah menghadap Ka’bah yang berada di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Namun, tahukah kamu bahwa Ka’bah bukanlah kiblat umat Islam sejak awal. Sebelumnya, umat Islam beribadah dengan menghadap ke Masjid Al-Aqsa. Dan meski bukan lagi kiblat yang digunakan hingga sekarang, masjid yang berlokasi di Yerusalem ini tetap memiliki nilai istimewa bagi umat Islam.

Berikut ini, fakta penting mengenai Masjid Al-Aqsa yang mungkin belum kamu ketahui:

Merupakan masjid tertua kedua di dunia

Abu Dzarr (ra) meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Nabi (saw), “Wahai Rasulullah, masjid mana yang pertama kali dibangun di permukaan bumi?” Dia berkata, “Al-Masjid-al-Haram (di Makkah). Saya berkata,” Yang mana yang dibangun selanjutnya? ” Dia menjawab “Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem).”.

BACA:  Kupas Tuntas Seputar Masalah Beras di Indonesia

Potongan hadits inilah yang menyebutkan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan masjid tertua kedua di dunia. Kemudian diketahui bahwa masjid ini dibangun pada tahun 685 dan selesai pada 705.

Adalah kiblat pertama umat Islam

Perlu kamu ketahui, umat Islam pernah menjadikan masjid Al-Aqsa sebagai kiblat selama 16 bulan kurang lebih. Rasulullah kemudian meminta agar arah kiblat diubah, hingga akhirnya Allah berfirman melalui surat Al-Baqarah ayat 144:

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Rasulullah singgah di sini saat Isra Mi’raj

Setelah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram atau yang sering kita tahu sebagai peristiwa isra miraj, Nabi Muhammad menaiki buraq dan singgah di Masjid Al-Aqsa. Di sini juga beliau mendapatkan wahyu berupa perintah untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Beliau pun juga sempat menunaikan sholat dua rakaat sebelum naik ke Sidratul Muntaha.

BACA:  Fakta Sejarah Berkaitan dengan PKI di Indonesia

“Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar.” (HR Muslim).

Jadi tempat ziarah yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW

“Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”.

Melaksanakan anjuran Rasulullah adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua umat Islam. Nah salah satu anjuran yang tak boleh dilupakan adalah tentang tempat yang sebaik-baiknya dikunjungi. Salah satunya adalah Masjid Al-Aqsa. Karenanya, tak heran jika begitu banyak umat Islam yang ingin ziarah dan datang ke masjid ini.

BACA:  El Classico Jilid III : Bukan Hanya Sekedar Pertandingan Sepakbola

Sholat di masjid ini lebih diutamakan

“Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqhsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad).

Jika kamu ingin tahu betapa bernilai dan istimewanya Masjid Al-Aqsa ini bagi umat Islam, maka hadits di atas adalah salah satu jawaban yang bisa kamu baca. Dikatakan bahwa sholat di masjid ini lebih memiliki keutamaan ketimbang masjid lainnya.

Masjid Al-Aqsa yang pernah menjadi arah kiblat selama 16 bulan ini tentu memiliki nilai istimewa bagi umat Islam. Karenanya, ketika terjadi bentrok atau konflik yang melibatkan masjid ini tidak sedikit umat Islam yang ikut terusik. Oleh sebab itu, mari kita berdoa agar tidak ada lagi masalah sehingga umat Islam bisa mengunjungi dengan aman dan damai.