Siapakah Calonmu untuk Pilkada?

Semoga saya tidak salah. Untuk skala Pilkada, menjejalkan jargon ideologi partai pengusung pada figur calon kepala daerah sepertinya kurang tepat.

Bagaimanapun, nuansa Pilkada kini begitu praktis-teknis, bukan lagi strategis-ideologis. Berbeda dengan Pilpres.

Di Pilkada, identitas partai pengusung semakin kabur. Lihatlah tarik-menarik dukungan yang terjadi dan beragam dinamika di balik layar yang hanya elit ketahui.

Sepanjang pengamatan saya, kekuatan dominan yang berpengaruh besar untuk kemajuan suatu daerah adalah karakter kepemimpinan dan leadership style yang dimiliki oleh kepala daerah sebagai top leader.

Soal leadership, saya bukan pakarnya. Pun, kita bisa setiap saat membaca dan belajar lagi soal ini dari jutaan referensi yang ada.

Tapi satu hal yang pasti, leadership selalu sejalan dengan kemampuan komunikasi; tahu menempatkan diri dan kata dalam bagaimanapun situasi dan kondisi yang dihadapi.

Karena itu, dukung dan pilihlah calon kepala daerah yang benar-benar memiliki kapasitas dan kualitas untuk bisa bekerja dengan baik. Dia yang mampu mengurai visi kepemimpinannya menjadi sebuah narasi pembangunan.

Jangan terpaku pada warnanya, lihatlah orangnya. Ukur kualitasnya. Juga, jangan lupakan jejak-jejak digitalnya. Sembari tetap patuhi protokol kesehatan.